Baa Mabaco Tambo…?

Untuk Apo Mambaco Tambo?

Membaca Tambo adalah membaca jejak sejarah.

Membaca jejak sejarah orang Minangkabau di dalam Tambo akan menghasilkan:

1. Jawaban tentang siapa niniak muyang Minangkabau

Asal usul mereka, kapan mereka datang, dari mana mereka datang, bagaimana kehidupan mereka, dan berbagai penjelasan lain tentang mereka.

2. Apa sebenarnya Tambo

Tambo sebagai jejak yang ditinggalkan niniak muyang perlu dipahami secara komprehensif. Mana yang disebut Tambo, mana yang tidak. Apa sebenarnya maksud/tujuan Tambo, atau apa maksud niniak muyang meninggalkan jejak tersebut.

3. Kegunaan Tambo

Membaca Tambo sebagai jejak, berarti membaca “pesan2 niniak muyang”, membaca pesan2 lintas zaman. Mana pesan yang relevan dan berguna, apa kegunaannya, bagaimana menggunakannya, dan berbagai peluang yang berpotensi dikembangkan lebih jauh.

Baa Caro Mambaco Tambo?

Membaca jejak, membaca pesan lintas zaman, tentu tidak dapat dilakukan secara sembarangan, tidak serampangan. Kalau dibaca begitu peluang keliru sangat besar. Tambo perlu dibaca dengan metoda yang tepat dan komprehensif. Bahasa Tambo yang penuh ibarat, penuh kiasan perlu dibaca dengan perenungan, penafsiran, perlu pendalaman, perlu diskusi dan persilangan pendapat yang saling mengoreksi atau saling menguatkan.

Sekurangnya ada tiga syarat untuk membaca Tambo:

1. Duduak basamo balapang-lapang.

Untuk membaca Tambo diperlukan kehadiran orang2 yang mau berdiskusi sehat, siap menerima perbedaan, tidak memaksakan kehendak, tidak apriori.

2. Kato surang babulati, kato basamo bapaiyokan, nan iyo kato mupakaik

Pendapat, pembacaan, pemahaman, penafsiran seseorang hanya betul sebagai satu alternatif kebenaran. Kebenaran mupakaik yang diterima adalah kebenaran lebih tinggi.

3. Mangaruak sahabih gauang, maresek sahabih raso

Perlu berdalam2. Karena itu diperlukan berbagai keahlian, perlu kehadiran para ahli adat, ahli ilmu agama, ahli bahasa, ahli sejarah, ahli sosiologi, ahli antropologi, ahli komunikasi, dan semua keahlian yang relevan.

Ketiga syarat minimal ini, insya-Allah akan menuju kepada “pembacaan Tambo secara benar.” 

Perlu grup tertutup yang mengakomodasi kegiatan pembacaan Tambo ke arah itu.

Grup tertutup, karena orang2 yang tidak sesuai dengan tiga kriteria tersebut, akan membuat diskusi kacau. Orang yang apriori, tidak siap dengan perbedaan, ngotot, managak-an banang basah, tidak mungkin dilibatkan.

Untuk itu, saya akan membuka grup baru, sebuah “biliak ketek” dari grup Tanyo Jawek Adat & Islam ini.

Saya berharap seluruh anggota grup Tanyo Jawek dapat merekomendasikan orang2 yang “mungkin jo patuik”, untuk terlibat di biliak ketek tersebut.

Banyak pertanyaan dalam Tanyo-Jawek ini yang belum dijawab. Tentang asal-usul orang Minangkabau, sejarah Minangkabau, apa itu Adat, dan sebagainya. Insya-Allah hal itu akan kami jawab melalui diskusi dalam grup tersebut.

Permasalahan Dalam Pembacaan Tambo

Ada banyak permasalahan dalam pembacaan Tambo.

  1. Memberi batasan: apa yang disebut/dikatakan Tambo, mana yang Tambo, mana yang bukan Tambo, apa yang disebut Minangkabau, dan berbagai terminologi terkait.
  2. Keterlibatan para ahli: jumlah dan jenis keahlian yang patut terlibat, differensiasi metode yang digunakan, kualifikasi, dan aspek2 lain yang menyangkut proses ilmiah.
  3. Sikap terhadap Tambo: apriori, aposteriori, sinisme, a-historis, dan sikap2 yang membuat Tambo atau bagian tertentu, menjadi “tidak perlu didiskusikan”.
  4. Waktu dan kesempatan: kemungkinan besar akan terjadi: Nan patuik hadir, tidak sempat hadir; nan sempat hadir/ikut diskusi, ndak patuik terlibat diskusi.

Mudah2an  terjawabnya pertanyaan2 yang belum dijawab, seperti asal-usul orang Minangkabau, sejarah Minangkabau, apa itu Adat, dan sebagainya.

Wassalamualaikum, Wr.Wb.

Tuanku Mangkudun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s